Tips Perawatan Burung Toet atau Cendet agar Rajin Kicau

Tips Perawatan Burung Toet atau Cendet agar Rajin Kicau – Burung toet ( lanius shach ) yang sering disebut dengan pentet, ada juga yang menyambutnya dengan cendet. Oleh para peneliti burung, burung ini disebut dengan burung papa. Karena dialam bebas burung toet senang hidup sendiri atau senang hidup solider. Tonggak kayu merupakan tempat favorit jenis burung toet dan terlihat seperti tenggah merasakan kesendirian. Tidak jarang hinggap di daun gelagah dan ranting kering.

Penampilan yang diharapkan saat kontes adalah bisa tampil maksimal dengan penampilan terbaik, stabil, dan tidak melakukan gerakan salto. Perlu dipahami, penampilan toet terkadang naik – turun. Kali ini burung toet bisa tampil baik, begitu dikonteskan di tempat lain penampilannya bisa tidak maksimal, yaitu terdengar asal mengeluarkan suara kicauannya.

Tips Perawatan Burung Toet atau Cendet agar Rajin Kicau
Sumber : Wikimedia Commons

Kelemahan yang biasa dilakukan burung toet, biasanya saat berkicau sambil memutar – mutar ekornya. Kelemahan yang paling mendasar adalah sulit dibuat stabil penampilannya dengan sebab tidak pasti. Terlebih lagi bagi yang kurang memahami kemauannya. Selain itu, terkadang saat sedang berkicau, tiba – tiba melakukan gaya salto.

Ketidakstabilannya terkadang disertai dengan munculnya sifat galak dan mengembangkan bulunya. Kalau hal itu sudah terjadi, bisa dipastikan akan menabrak – nabrak sangkarnya atau turun ke dasar sangkar.

Kelemahan burung toet lainnya, kalau tidak mau langsung berkicau. Malah terlibat seperti burung ketakutan, terus berlompat ke berbagai arah. Anda simak terus artikel ini, dikarenakan ada pengalaman penggemar burung toet yang bisa dibuat rujukan untuk anda agar bisa mengurangi ketidak stabilan saat kontes.

Pengalaman penggemar untuk perawatan burung toet, penggemar dalam memandikan burung toet dengan hand spreyer. Namun, ada juga yang melakukan diluar kebiasaan yaitu mengunakan tempat mandi khusus burung. Sebenarnya memandikan di tempat mandi khusus burung merupakan hal yang tidak disukai oleh burung toet, karena burung toet merupakan burung yang tidak suka air. Kalau burung toet sering dimandikan akan cepat membuat kondisinya drop.

Beberapa penggemar berpendapat, toet yang sering terkena air penampilannya bisa kalah baik dengan toet yang jarang dimandikan. Hal ini dikarenakan toet berdarah panas dan kekuatan fisiknya terletak pada bulunya. Kemampuannya bisa bertahan di udara panas sebab bulunya dilindungi oleh minyak bulu.

Toet punya kebiasaan tidur di tempat terbuka, bulu minyak itulah yang bisa memberi rasa hangat. Kalau burung toet sering dimandikan, akan menghambat keluarnya minyak dan jaringan bulunya. Terhambatnya keluarnya minyak di bulunya, tentunya bisa menurunkan daya tahan tubuhnya.

Saat penjemuran, ada penggemar yang melakukan 2-3 jam. Bahkan, ada yang menjemurnya sampai lewat tengah hari dan baru dikurangi penjemurannya menjelang dikonteskan.

Soal makan, para pengemar burung toet harus ekstra hari – hati. Umumnya makanan yang diberikan berupa kombinasi kroto, jangkrik, ulat hongkong, dan ulat bamboo atau ulat bombing. Ada yang memberi kroto ½ – 1 sendok teh pada waktu pagi dan sore ditambah dengan ulat hongkong 2 ekor dan 1 ekor ulat bamboo.

Terkadang ulat hongkong dan ulat bamboo diberikan 2 atau 3 hari sekali. Pengetatan pemberian extra fooding dimaksudkan agar tidak membuatnya terlalu birahi yang berujung pada buruknya penampilannya.

admin@superkicau.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *